Mulai 2 November, 81 Saham HSC Dikeluarkan dari Hitungan IHSG

Ilustrasi: Pahamin Dulu.Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai Senin, 2 November 2026 mengeluarkan saham berkategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan ini tertuang dalam pengumuman BEI nomor Peng-00201/BEI.POP/10-2026 tertanggal 21 Oktober 2026.
Poin penting - Saham HSC dan saham Papan Akselerasi tidak lagi dihitung dalam IHSG mulai 2 November 2026. - Menurut CNBC Indonesia, ada 81 saham HSC dengan bobot sekitar 18 persen di IHSG. - Kapitalisasi pasar keseluruhan tidak berkurang; saham HSC hanya keluar dari hitungan indeks. - Indeks IDX30, LQ45, dan IDX80 sudah lebih dulu tidak memasukkan saham HSC.
Apa itu saham HSC?
Saham HSC adalah saham yang kepemilikannya sangat terkonsentrasi pada segelintir pihak, sehingga porsi saham yang benar-benar beredar di publik relatif kecil. Saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi berpotensi mengalami pergerakan harga yang tidak mencerminkan permintaan dan penawaran pasar secara luas.
Apa yang berubah?
Mulai 2 November 2026, IHSG tidak lagi menghitung saham HSC dan saham di Papan Akselerasi. Metode pembobotan IHSG tetap sama, yaitu berdasarkan kapitalisasi pasar dengan penyesuaian free float dan batas bobot 9 persen. BEI juga mengubah jadwal evaluasi indeks menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober, dengan penyesuaian berlaku pada Februari, Mei, Agustus, dan November.

Menurut CNBC Indonesia, terdapat 81 saham yang masuk kategori HSC, dengan bobot sekitar 18 persen di IHSG dan sekitar 30 persen dari total kapitalisasi pasar.
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menegaskan bahwa kebijakan ini tidak mengurangi kapitalisasi pasar. "Dengan keluarnya HSC dari IHSG tidak akan menurunkan market cap secara keseluruhan," ujarnya, seperti dikutip CNBC Indonesia.
Apa artinya bagi investor ritel?
- IHSG diharapkan lebih mencerminkan kondisi pasar karena saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi tidak lagi memengaruhi indeks.
- Pergerakan IHSG bisa terlihat berbeda dibanding sebelumnya, karena komposisinya berubah. Bandingkan kinerja dengan hati-hati.
- Kepemilikan saham Anda tidak berubah. Kebijakan ini hanya soal perhitungan indeks.
- Waspadai saham dengan kepemilikan terkonsentrasi. Pergerakan harganya bisa sangat tajam. Pelajari profil emiten sebelum membeli.
Tips berinvestasi saham dengan aman
- Gunakan perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi OJK.
- Jangan tergiur rekomendasi "saham pasti naik" di grup percakapan.
- Pelajari laporan keuangan dan keterbukaan informasi emiten di situs resmi BEI.
- Investasikan dana yang memang siap menanggung risiko.
