Wajah dan Suaranya Mirip, Tapi Palsu: Kenali Penipuan Berbasis AI
Ilustrasi: Pahamin Dulu."Ma, ini Adi. HP-ku rusak, pakai nomor teman dulu. Tolong transfer sekarang ya, darurat." Suaranya persis seperti anak sendiri. Atau video seorang tokoh terkenal yang tampak meyakinkan sedang mempromosikan investasi. Dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), wajah dan suara kini bisa ditiru, dan penipu sudah memanfaatkannya.
Poin penting - IASC menerima 1.379 aduan penipuan yang diduga memakai AI hingga akhir Juni 2026. - Suara, wajah, dan video yang diterima secara digital bisa dipalsukan. - Selalu verifikasi lewat jalur lain sebelum mentransfer uang. - Sepakati "kata kunci keluarga" untuk keadaan darurat.
Seberapa sering terjadi?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menerima 1.379 laporan penipuan keuangan yang diduga memanfaatkan AI, terhitung sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga akhir Juni 2026. Jumlahnya naik dari 13 laporan pada akhir 2024 menjadi 1.366 laporan sepanjang 2025 hingga Juni 2026.
Enam modus yang dicatat OJK
- Deepfake tokoh publik: video atau foto palsu artis, pejabat, atau tokoh terkenal yang seolah mempromosikan investasi.
- Robot trading "AI": program yang diklaim memakai AI dan pasti untung.
- Aplikasi belanja berlabel AI palsu yang sebenarnya bertujuan mencuri uang atau data.
- Suara tiruan (voice cloning): meniru suara orang yang dikenal korban untuk meminta uang atau data.
- Wajah atau video palsu: video buatan AI agar seseorang tampak nyata, termasuk saat panggilan video.
- Pemalsuan identitas digital: foto, suara, nomor telepon, nomor rekening, atau dokumen yang dipalsukan agar terlihat asli.
Tanda-tanda yang perlu dicurigai
- Permintaan mendesak untuk transfer uang, dengan alasan darurat atau rahasia.
- Nomor baru atau akun berbeda dari yang biasa dipakai orang tersebut.
- Pada video: gerak bibir tidak pas dengan suara, kedipan mata janggal, wajah tampak kabur di tepi, atau pencahayaan aneh.
- Penelepon menghindari pertanyaan pribadi atau mengakhiri panggilan saat diminta melakukan sesuatu, misalnya menoleh ke samping.
- Janji keuntungan pasti dari "tokoh terkenal".
Cara melindungi diri dan keluarga
- Verifikasi lewat jalur lain. Tutup telepon, lalu hubungi orang itu di nomor lama yang sudah Anda simpan, atau tanyakan ke anggota keluarga lain.
- Sepakati kata kunci keluarga, misalnya satu kata yang hanya diketahui keluarga, untuk memastikan permintaan darurat benar-benar dari mereka.
- Jangan percaya nama, foto, suara, atau video yang diterima secara digital sebagai bukti tunggal. Ini juga anjuran OJK.
- Jangan memberikan PIN, kata sandi, atau OTP kepada siapa pun.
- Batasi rekaman suara dan video pribadi yang diunggah ke publik, karena bisa dipakai sebagai bahan tiruan.
- Cek legalitas investasi di situs atau kontak resmi OJK (157) sebelum menanam uang, meskipun dipromosikan tokoh terkenal.
Lindungi orang tua dan kerabat
Orang tua sering menjadi sasaran suara tiruan yang mengaku anak atau cucu. Bicarakan modus ini dengan mereka, sepakati kata kunci keluarga, dan tegaskan bahwa permintaan uang mendadak lewat telepon harus selalu dicek ulang ke anggota keluarga lain. Simpan nomor penting keluarga di HP mereka dengan nama yang jelas, supaya mereka mudah menelepon balik ke nomor yang benar.
Bila sudah terlanjur mentransfer
Segera hubungi bank atau penyedia pembayaran untuk menunda atau memblokir transaksi, lalu laporkan ke iasc.ojk.go.id dan kepolisian.


