Pahamin Dulu Kirim laporan

Email Anda Ikut Bocor? Cara Mengecek dan Langkah Setelahnya

Ilustrasi: Pahamin Dulu.

Kabar kebocoran data dari aplikasi atau situs tertentu muncul hampir setiap bulan. Pertanyaannya: apakah email Anda ikut bocor? Ada cara sederhana untuk mengeceknya, dan yang lebih penting, ada langkah jelas untuk mengamankan akun setelah itu.

Poin penting - Cek email Anda di situs haveibeenpwned.com. - Ganti kata sandi akun yang terdampak, terutama bila sandinya dipakai di tempat lain. - Aktifkan verifikasi dua langkah di email dan akun penting. - Waspadai email atau pesan "resmi" setelah kebocoran, karena sering berupa phishing.

Cara mengecek

  1. Buka haveibeenpwned.com di browser. Situs ini dikelola peneliti keamanan dan sudah lama dipakai untuk mengecek kebocoran data.
  2. Ketik alamat email Anda, lalu klik tombol pencarian.
  3. Bila muncul tulisan berwarna hijau, email Anda tidak ditemukan di kebocoran yang tercatat.
  4. Bila muncul tulisan berwarna merah, situs akan menampilkan daftar kebocoran yang memuat email Anda, lengkap dengan jenis data yang ikut bocor (misalnya kata sandi, nomor telepon, atau alamat).

Anda juga bisa mendaftarkan email untuk mendapat pemberitahuan bila email muncul di kebocoran baru.

Hasil "aman" bukan jaminan mutlak, karena tidak semua kebocoran tercatat. Kebiasaan keamanan di bawah tetap penting.

Kalau email Anda muncul di kebocoran

1. Ganti kata sandi akun yang terdampak. Mulai dari layanan yang disebut dalam daftar kebocoran.

2. Ganti juga di akun lain yang memakai sandi yang sama. Penjahat siber biasa mencoba pasangan email dan sandi yang bocor di banyak layanan sekaligus. Satu akun, satu sandi.

3. Aktifkan verifikasi dua langkah di email utama, media sosial, marketplace, dan aplikasi keuangan. Dengan cara ini, sandi yang bocor saja tidak cukup untuk masuk.

4. Periksa aktivitas login. Di akun Google, buka Kelola Akun Google > Keamanan > Perangkat Anda. Keluarkan perangkat yang tidak Anda kenali.

5. Gunakan pengelola kata sandi bawaan HP atau browser untuk membuat dan menyimpan sandi acak yang panjang.

Dari mana kebocoran biasanya terjadi?

Kebocoran tidak selalu karena kesalahan Anda. Data bisa bocor ketika sebuah situs atau aplikasi diretas, ketika basis data tersimpan tanpa pengamanan memadai, atau ketika karyawan pihak ketiga menyalahgunakan akses. Yang bisa Anda kendalikan adalah dampaknya: sandi berbeda di setiap akun dan verifikasi dua langkah membuat data yang bocor jauh lebih sulit disalahgunakan.

Pertimbangkan kunci sandi (passkey)

Semakin banyak layanan, termasuk akun Google dan Apple, mendukung kunci sandi (passkey): masuk dengan sidik jari, wajah, atau PIN perangkat, tanpa mengetik kata sandi. Passkey tidak bisa dicuri lewat kebocoran sandi atau situs phishing, sehingga lebih aman. Aktifkan bila tersedia di pengaturan keamanan akun Anda.

Waspada penipuan lanjutan

Setelah kebocoran, pelaku sering mengirim pesan yang terlihat resmi: "Akun Anda bermasalah, verifikasi di sini." Jangan klik tautan di pesan seperti itu. Buka aplikasi atau situs resmi layanan secara langsung bila ingin mengecek akun.

Bila nomor HP Anda ikut bocor, waspadai telepon atau chat dari pihak yang mengaku petugas dan meminta kode OTP. Bank, OJK, dan instansi resmi tidak pernah meminta OTP.

Bila data bocor dipakai untuk penipuan keuangan

Hubungi call center resmi bank Anda dan laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) di iasc.ojk.go.id.

Sumber