Pahamin Dulu Kirim laporan

Sebelum Transfer ke Orang Asing, Cek Dulu Rekeningnya di Sini

Ilustrasi: Pahamin Dulu.

Membeli barang dari penjual di media sosial atau marketplace di luar fitur pembayaran resmi memang praktis, tetapi berisiko. Sebelum mentransfer uang ke rekening orang yang belum pernah Anda temui, luangkan satu menit untuk mengecek apakah rekening itu pernah dilaporkan terkait penipuan.

Poin penting - Cek nomor rekening atau e-wallet di cekrekening.id. - Hasil "tidak ditemukan" bukan jaminan aman. - Utamakan pembayaran lewat fitur resmi marketplace. - Bila tertipu, segera hubungi bank dan lapor ke IASC.

Cara mengecek di cekrekening.id

cekrekening.id adalah situs pemerintah untuk mengecek rekening yang pernah dilaporkan terkait tindak penipuan.

  1. Buka cekrekening.id di browser.
  2. Pilih menu Periksa Rekening.
  3. Pilih jenis: bank atau e-wallet.
  4. Pilih nama bank atau penyedia, lalu masukkan nomor rekening atau nomor akun.
  5. Klik Periksa.

Bila rekening pernah dilaporkan, hasil pencarian akan menampilkan keterangan laporan. Bila tidak ditemukan, artinya belum ada laporan yang tercatat. Itu belum tentu berarti aman, karena pelaku sering berganti rekening.

Tanda bahaya sebelum transfer

  • Harga jauh di bawah pasaran, apalagi untuk barang elektronik atau tiket konser.
  • Penjual mendesak agar segera transfer dengan alasan stok terbatas.
  • Nama pemilik rekening berbeda dengan nama penjual atau nama toko.
  • Menolak COD atau pembayaran lewat fitur marketplace, dan meminta transfer langsung.
  • Akun baru, sedikit unggahan, atau kolom komentar ditutup.
  • Mengirim bukti transfer atau bukti pengiriman yang terlihat janggal. Bukti seperti ini kini mudah dipalsukan dengan aplikasi edit dan AI.

Cara mengenali bukti transfer palsu

Penipu kadang berbalik peran: berpura-pura menjadi pembeli dan mengirim "bukti transfer" agar Anda mengirim barang. Sebelum mengirim barang:

  1. Cek mutasi rekening di aplikasi bank Anda sendiri. Jangan hanya percaya tangkapan layar.
  2. Perhatikan detailnya: format tanggal, jam, logo, dan nomor referensi yang janggal.
  3. Waspadai alasan "dana tertahan" atau "transfer antarbank masih diproses" yang disertai desakan agar barang segera dikirim.
  4. Jangan pernah mengembalikan dana "salah transfer" ke rekening lain atas permintaan orang tak dikenal. Arahkan mereka untuk mengurusnya melalui bank.

Cara bertransaksi lebih aman

  1. Gunakan fitur pembayaran resmi di marketplace, karena dana baru diteruskan ke penjual setelah barang diterima.
  2. Untuk transaksi langsung, utamakan COD atau bertemu di tempat ramai.
  3. Cari nama penjual, nomor HP, dan nomor rekening di mesin pencari. Kadang sudah ada keluhan korban lain.
  4. Jangan pernah mengirim kode OTP kepada penjual dengan alasan apa pun.

Kalau sudah terlanjur tertipu

  1. Telepon call center resmi bank Anda dan minta pemblokiran atau penundaan transaksi.
  2. Laporkan ke Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) di iasc.ojk.go.id. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang dana masih bisa ditahan.
  3. Simpan semua bukti percakapan dan transfer, lalu buat laporan ke kepolisian.

Sumber