Pahamin Dulu Kirim laporan

Sering Dimasukkan ke Grup WhatsApp Asing? Begini Cara Membatasinya

Ilustrasi: Pahamin Dulu.

Tiba-tiba Anda menjadi anggota grup "Investasi Cuan Harian" atau "Kerja Paruh Waktu Dibayar Per Tugas" yang tidak pernah Anda ikuti. Grup seperti ini sering menjadi pintu masuk penipuan. Kabar baiknya, WhatsApp menyediakan pengaturan untuk membatasi siapa yang boleh memasukkan Anda ke grup.

Poin penting - Atur privasi Grup ke "Kontak Saya" atau "Kontak Saya, kecuali...". - Orang di luar pilihan itu harus mengirim undangan, bukan langsung memasukkan Anda. - Keluar, laporkan, dan blokir bila terlanjur dimasukkan ke grup mencurigakan.

Cara mengatur siapa yang bisa memasukkan Anda ke grup

  1. Buka WhatsApp, lalu masuk ke Setelan (iPhone) atau ketuk ikon titik tiga lalu Setelan (Android).
  2. Pilih Privasi.
  3. Ketuk Grup.
  4. Pilih salah satu:
    • Semua orang: siapa pun bisa memasukkan Anda ke grup. Ini yang paling berisiko.
    • Kontak Saya: hanya orang yang tersimpan di kontak Anda.
    • Kontak Saya, kecuali...: seperti Kontak Saya, tetapi Anda bisa mengecualikan kontak tertentu.
  5. Simpan pilihan Anda.

Setelah diatur, orang yang tidak diizinkan hanya bisa mengirim undangan pribadi untuk bergabung. Anda bebas menerima atau mengabaikannya.

Kalau terlanjur dimasukkan ke grup mencurigakan

  1. Jangan klik tautan apa pun yang dibagikan di grup, dan jangan mengirim data pribadi.
  2. Buka info grup, lalu pilih Laporkan grup. Anda bisa sekaligus keluar dari grup.
  3. Blokir nomor admin yang memasukkan Anda, terutama bila nomornya berawalan kode negara asing yang tidak Anda kenal.

Tambahan pengaturan yang membantu

  • Bisukan panggilan dari nomor tak dikenal: di Privasi > Panggilan, aktifkan Bisukan penelepon tak dikenal.
  • Batasi siapa yang melihat foto profil dan info "terakhir dilihat" di menu Privasi, agar data Anda tidak mudah dikumpulkan orang asing.
  • Aktifkan verifikasi dua langkah di Setelan > Akun untuk mencegah pembajakan akun.

Undangan lewat tautan grup

Selain dimasukkan langsung, Anda juga bisa diajak bergabung lewat tautan undangan grup yang dibagikan di media sosial atau pesan pribadi. Sebelum menekan tautan seperti ini, cek dulu siapa yang membagikannya dan apa tujuan grupnya. Pengaturan privasi di atas tidak bisa mencegah Anda bergabung sendiri lewat tautan, jadi kehati-hatian tetap diperlukan.

Bantu orang tua mengaturnya

Orang tua dan kerabat yang baru memakai WhatsApp sering menjadi sasaran grup penipuan. Luangkan waktu lima menit untuk:

  1. Mengubah pengaturan Privasi > Grup di HP mereka menjadi Kontak Saya.
  2. Mengaktifkan Bisukan penelepon tak dikenal.
  3. Menjelaskan bahwa ajakan "kerja mudah dibayar per tugas" dan "investasi untung pasti" adalah tanda bahaya.
  4. Menyimpan nomor Anda sebagai tempat bertanya bila mereka ragu.

Kenali ciri grup penipuan

  • Menjanjikan keuntungan tetap atau komisi besar untuk tugas mudah.
  • Banyak anggota yang terlihat "sukses" dan memamerkan bukti transfer.
  • Admin meminta deposit atau transfer untuk "naik level".
  • Diarahkan pindah ke aplikasi lain, misalnya Telegram, untuk "tugas lanjutan".

Modus kerja paruh waktu berbasis deposit dan investasi dengan janji untung tinggi termasuk yang disorot menjelang akhir 2026. Bila sudah mentransfer uang, segera hubungi bank dan laporkan ke iasc.ojk.go.id.

Sumber